Jadi, kenapakah engkau bisa bangga
bahwa engkau cendekiawan?
Bahwa engkau menteri, konglomerat,
dosen, ulama, sastrawan, kiai, budayawan?
Sementara puncak pelajaran dan ujian hidup adalah
bagaimana lulus menjadi manusia?
tentang memaknai perjalanan
Jadi, kenapakah engkau bisa bangga
bahwa engkau cendekiawan?
Bahwa engkau menteri, konglomerat,
dosen, ulama, sastrawan, kiai, budayawan?
Sementara puncak pelajaran dan ujian hidup adalah
bagaimana lulus menjadi manusia?