Selamat malam Ibu Pertiwi.
Sudah sekian lama aku tidak bertegur sapa denganmu, disini aku baik-baik saja. Maafkan aku yang selama ini terlalu sibuk dengan urusan perut, hati, dan kepalaku sendiri. Seolah-olah bekerja seharian penuh tanpa henti hingga melayang dan berpisah dengan tanah aku berpijak. Padahal aku masih berdiri disini, dan hidup dari bumi yang Kau miliki ini. Jauh didalam hati, aku merindukanmu sebenarnya.
Kudengar hari ini bahwa ada seorang perempuan yang setiap harinya bangun kala hari masih tetidur, untuk memulai memasak nasi dan menyiapkan sarapan bagi anaknya yang hendak berangkat sekolah. Tepat setelah semua anaknya pergi, ia melanjutkan harinya dengan mengaduk adonan, menggoreng kue kecil untuk dijajakannya di pasar. Pada saat yang bersamaan, ditengah padatnya kendaraan bermotor dan suara klakson yang saling berebut sahut. Seorang laki-laki nampak berbeda dengan menjadi satu-satunya orang yang mengayuh sepeda. Tak acuh dengan kendaraan yang digunakannya, ia hanya peduli dengan sosok kecil yang duduk di belakang kemudi supaya tidak terlambat.
Siang tadi berubah menjadi sangat terik, kutemui seorang pak tua berteduh dalam gubuk reyotnya di pinggir sawah. Ternyata ia sedang mengamati burung kelaparan yang hendak menerkam hasil jerih payahnya selama berbulan-bulan. Dari gubuk itu ia mainkan tali-tali yang saling berhubungan dengan pasak di setiap petak sawahnya. Gerakan tali itu akan menggetarkan lonceng dan mengusir burung-burung dari tempatnya. Selepas siang, giliran serombongan mbah-mbah putri berjalan menuruni bukit sambil menggendong puluhan kilo rerumputan hasil tangkapannya untuk pakan ternak. Langit tiba-tiba berubah drastis dan menumpahkan hujan yang amat deras, bermodalkan caping, mbah-mbah itu tetap saja berjalan menggendong bebannya hingga tiba dirumahnya masing-masing.
Hujan lebat ternyata juga turut merambah pusat kota, bahkan angin kencang dan petir. Padahal sore hari adalah waktunya bocah-bocah pulang sekolah, dan orang dewasa pulang dari kantor. Beruntung bagi yang mengendarai mobil atau memiliki jas hujan. Segerombol orang terpaksa berhenti dibawah jembatan layang agar tidak basah kuyup. Antrian kendaraan menjalar hingga ribuan meter akibat satu ruas jalan tergenang air selutut. Ada juga yang nekat menerabas lalu kendaraannya mogok ditengah jalan. Orang-orang ini hanya berharap secangkir coklat panas, dan lembutnya senyum keluarga dirumah.
Pertanda hari telah malam kemudian terdengar, langit sedikit demi sedikit mengurangi intensitas tangisannya. Sepanjang garis trotoar, sekumpulan orang ramai bersiap, mendirikan tenda, menggelar tikar, menata alat masak juga alat makan. Mereka menyambut ratusan perut kelaparan yang akan singgah sejenak malam ini. Meskipun sebagian orang harus tetap berada di tempat, entah menjaga pos keamanan, atau melekat pada layar komputer dan tumpukan berkas-berkas. Hingga larut malam, masih saja ada sekelompok mahasiswa yang berkumpul di warung kopi, berdiskusi tugas dari hulu hingga hilir, karena esok hari tugas baru telah menanti.
Aku sangat kagum akan kegigihan anak-anak mu dalam mengejar mimpinya, menuntaskan tanggung jawabnya, bahkan menyayangi keluarganya. Walau dihadapkan pada kesulitan dalam rupa apapun, mereka tetap bisa gembira. Meskipun masalah tidak kunjung selesai, yang penting bagi mereka adalah bahagia. Aku pikir semua saudara-saudaraku adalah orang hebat, sampai kemudian ia melupakan tempatnya berpijak. Mereka yang sudah berkuasa, merasa memiliki segala yang Engkau kandung dalam perutmu, dan berbuat sesuka hati mereka. Padahal, berapa kali dalam hidupnya mereka pernah menghubungi-Mu Ibu? Sudahkah mereka berterima kasih atas segala yang sudah diterimanya? Aku hanya ingin tahu, tidak bermaksud menilai bahkan menghakimi mereka satu persatu.
Belakangan ini, situasi di rumah mulai tidak nyaman Bu. Kakak-kakak tua saling sikut sehingga saudara-saudara yang lain pun ikut-ikutan. Entah mau sampai kapan mereka terus bertengkar. Aku disini hanya adik bungsu yang tidak berani untuk terlalu ikut campur, bisanya cuma diam dan mengadu. Aku harap kondisi rumah esok hari menjadi lebih baik.
Sekali lagi, Selamat Malam Ibunda, aku harapkan mimpi indah bagimu malam ini.
Yogyakarta, 10 Februari 2017

