Blog

I honestly have no clue of what may come next

I’d never thought that life would bring my sanity to this stage, constantly wondering for what reason may God sustain His creation with another breathe of air. Should anyone contemplate of God’s own intention or should one seek his own purpose in cluelessness? Were I to pursue the latter, I might prefer to seek refuge in a town small enough to familiarise myself with, yet strange enough to keep me wandering around, parenting a Golden in a studio-bedroom townhouse spacious enough to host a few friends of mine for a dinner. In a world so cruel, what else filled the…

Keep reading

Relasi

Setelah menonton karya jurnalistik The Guardian tentang Krisis Berpacaran Global Sesi Pertama, ada satu hal yang kurasa layak aku syukuri dari pengalaman menjalin cinta dengan seseorang selama satu setengah tahun ke belakang, yaitu mengenal dunia secara lebih dekat dari kacamata seorang perempuan. Berkenalan dengannya tidak hanya membukakanku pada berbagai percakapan dengan sudut pandang perempuan sebagai individu, namun juga sebagai bagian dari komunitas sesama perempuan, sebagai anggota keluarga, sebagai manusia. Meskipun lingkaran pertemananku sebelum ini juga bisa dibilang banyak perempuannya, ternyata masih banyak asumsiku yang keliru mengenai ekspektasi perempuan dalam hubungan romantis ideal. Pun sebaliknya, banyak asumsinya tentang laki-laki yang ternyata…

Keep reading

Tamat membaca

Lebaran ini aku tidak khatam Quran, begitu pun lebaran sebelumnya, dan sebelum-sebelumnya. Tapi aku sudah pernah khatam, beberapa kali sejak kelas 5 SD hingga kelas 2 SMA, satu juz setiap hari selama persiapan ujian masuk kuliah, lalu terjemahan 114 surah saat menjadi mahasiswa semester satu. Sehingga aku tidak ambil pusing ketika Mamak membandingkanku dengan seorang sepupu berusia delapan tahun yang baru saja khatam di malam ke-27 kemarin. Kukatakan padanya “Aku juga sudah pernah”.

Keep reading

burning, slowly

It’s been a while since the last time I took my time off at the balcony by myself, watching the night sky as my neighbours concluding their discussions. Tonight was strangely clear, no clouds, no smogs, only thin layers of city lights appeared on the horizon. I pointed the dim stars with the red tip of my cigarette as the waning crescent hasn’t yet risen, counting it to nineteen from my vantage point. I tuned sideways then I looked upwards, I saw wildflowers thriving in crevices, in every spot marginal to this house. She is aging, I thought, but what…

Keep reading

What is it to celebrate in a graduation ceremony?

Unless you are attending a graduation ceremony with your dear parents or your truest college comrades, I think it is pointless to be there on your own. You line up in your gown to receive a testamur on stage, have your picture taken beside the chancellor, then sit for hours watching the others perform the same thing and listening to speeches about academic perseverance or random scientific discovery. Is that what is called a celebration? It is way less meaningful than a cherished box of pizza at home. It became an even emptier signifier as some universities prefer the testamurs…

Keep reading

Graduation at ANU

Hi there, here I am again taking pictures of graduates as I used to do back in Jogjakarta. I wouldn’t call myself as a ‘professional’ photographer, but I truly put effort to deliver the best pictures to my clients. Here is a gallery of what I’ve been doing in the past year. Interested? Send me your expression of interest through

Keep reading

Seperti bapak dan anak

Di tengah kesibukan dunia merampungkan tesis, aku pilih menonton. Judulnya “Like father, like son” karya Hirokazu Kore-eda. Tanpa pikir panjang langsung kuberikan bintang lima. Ceritanya sangat personal, tentang dua keluarga yang tiba-tiba mendapat kabar dari rumah sakit bahwa anaknya tertukar pada saat proses persalinan. Fenomena seperti ini rupanya cukup jamak terjadi di era pascaperang Jepang tahun 1960-an. Sehingga menarik bagaimana sang penulis menarik premis dari hal yang mulanya sempat dimaklumi masyarakat, namun hari ini dianggap sebagai kejanggalan luar biasa. Kejadian ini digambarkan saat Keita berumur 6 tahun. Ayahnya, Ryota, adalah tipikal arsitek pekerja keras yang mengedepankan nilai kedisiplinan dan independensi…

Keep reading

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Aroma busuk

Harus aku akui bahwa belakangan ini aku sedang amat membenci semerbak hembusan gas yang keluar dari belakang tubuhku sendiri, sampai pada taraf dimana aku sudah benar-benar muak hingga ingin unsubscribe. Awalnya sih tidak masalah, karena kupikir gas itu hanya akan beraroma busuk dalam beberapa jam atau hari saja. Biasanya ini adalah mekanisme alami yang mengingatkanku untuk segera pergi ke jamban dan menguras habis semuanya. Namun ini sudah lebih tiga minggu dan kentutku masih saja selalu bau! Sial, seandainya saja ada teknologi celana dalam yang dapat menetralisasi amonia dari gas buangan manusia, mungkin saat ini aku bisa menjalani hari dengan lebih…

Keep reading

Cien años de soledad

I would treat this section as a diary of books that I’ve completed so far, probably similar to letterboxd but in my own domain. I’m so excited to write about this because Netflix has just released a movie adaptation of this book yesterday, and when I watched the first episode it kind of brought back a distant memory of Macondo although I have never been there. It was surreal right? I couldn’t even comprehend how reading a book could produce memories that last for years or even decades, so vivid like how you remembered a magical dream on the very…

Keep reading

(Bukan) ceritera pernikahan

Film yang sudah berbulan-bulan mengendap di daftar namun selalu tertunda untuk ditonton karena sibuk sana sini. Satu kata pertama untuk film ini adalah: berlian. Dua tokoh utamanya; Adam Driver dan Scarlett Johansson menurutku lebih pas dan original ketika memerankan ceritera drama romansa ketimbang menjadi superhero. Seperti kita tahu, Scarlett terkenal karena perannya menjadi Natasha Romanoff di Marvel Cinematic Universe, sementara Adam pernah menjadi titisannya Palpatin di trilogi sekuel Star Wars. Plotnya sederhana, tentang proses perceraian antara dua orang ambisius yang sebenarnya saling sayang tapi … yang satu berharap lebih sedangkan satunya lagi tidak mengerti caranya memberi lebih. Sedih sebenarnya menyaksikan…

Keep reading

Jiwanya tak lagi bersemayam

Di penghujung semester dua, aku sedikit banyak mulai memaknai pengalaman berkuliah di sekolah kebijakan publik, yang intinya adalah tentang belajar caranya masuk ke dalam pembicaraan para pembuat kebijakan. Seperti memasang antena di kepala, telingaku menjadi bising oleh sinyal-sinyal dari frekuensi yang terdengar janggal. Butuh energi lebih rasanya untuk sekadar menjaga kewarasan jiwa, yang ternyata rekan sejawatku juga mengamini hal yang sama. Bukannya apa, tapi seseorang bisa jadi sangat emosional saat menyelami diskursus studi lingkungan karena apa yang dibahas di dalamnya menyangkut keberlangsungan hidup orang banyak, atau, mungkin dalam lingkup terkecil ia menentukan strategi bertahan hidup sekelumit orang yang kita cintai.…

Keep reading

Garuda berlatar biru

Sejak semalam beranda media sosial orang Indonesia digemparkan oleh satu poster peringatan darurat berlambang garuda pancasila dengan latar biru. Konteksnya adalah, Badan Legislatif DPR RI baru saja melakukan manuver untuk merevisi UU Pilkada dalam beberapa jam setelah putusan MK tentang ketentuan ambang batas pencalonan kepala daerah. Aku yang sedang terduduk syahdu di toilet pun langsung memuntahkan sumpah-serapah ketika membaca berita ini, mengutuk seisi istana dengan umpatan berbagai jenis penghuni kebun binatang, lalu tertawa, gila, dan akhirnya kembali menatap layar untuk merampungkan esai. Aku tahu kalau keesokan harinya pasti akan ada demo besar-besaran karena luapan emosi masyarakat yang tak terbendung menyikapi…

Keep reading

Hari itu ku mengingat hari ini

Sudah tiga hari ini aku kecanduan mendengarkan FSTVLST dan rasanya amburadul ―hancur lega riang sendu prihatin menjadi satu. Kemagisan ratusan malam yang pernah kuhabiskan di Jogja tiba-tiba menyeruak masuk di antara sunyi senyap langit lintang selatan. Ingatanku tentang jogja belum begitu usang, sebagian besar terisi oleh semrawut perbincangan di bawah temaram lampu angkringan, atau sepintas percakapan para manusia berpelindung kepala di atas roda dua yang samar terdengar di antara deru mesin, atau sesekali juga sayup alunan pesindhen menembang macapat dalam iringan bonang dan kendang. Seandainya dulu aku melanjutkan kuliah seni bangunan di Bandung, mungkin aku tidak akan pernah menyaksikan bagaimana…

Keep reading

Enam bulan berjalan

Satu semester sudah terlewati, beberapa hari lagi pengumuman nilai akan keluar dan aku merasa tidak enak badan, bukan karena mengkhawatirkan nilai kemudian aku jatuh sakit namun karena flu adalah penyakit musiman disini, beberapa orang yang aku temui juga mengeluhkan hal yang sama. Salah seorang teman serumahku akan kembali ke Indonesia bulan depan, dan ia mengeluhkan betapa muram rasanya untuk kembali menghadapi realita menjadi warga negara plus enam-dua. Ya, aku pun merasakannya, setiap membuka kilas berita tentang rumah, isinya tidak jauh dari keributan antara masyarakat dengan pembuat kebijakan. Anekdot Gabriel masih relevan ketika ia menulis bahwa “peperangan hanya terjadi di pegunungan,…

Keep reading

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.